Mengetahui Model Bisnis Perusahaan Sukanto Tanoto : APRIL Group

Mengetahui Model Bisnis Perusahaan Sukanto Tanot

Pada dasarnya efisiensi energi erat kaitannya dengan kelestarian alam. Dimana pemanfaatan energi yang ramah lingkungan dan penggunaannya dengan baik tentu saja akan sangat diperlukan apabila ingin keseimbangan iklim terus terjaga dengan baik. APRIL Group adalah salah satu anak perusahaan Royal Golden Eagle (RGE) yang didirikan dan dipimpin oleh Sukanto Tanoto. Sebagai perusahaan pulp dan kertas terbesar, APRIL Group memproduksinya secara bertanggung jawab dan berpegang pada prinsip – prinsip keberlanjutan. Bahkan APRIL Group juga menerapkan model bisnis yang ramah lingkungan.

Mengetahui Model Bisnis Perusahaan Sukanto Tanoto : APRIL Group

Perlu untuk kita ketahui bersama bahwa, APRIL Group ini memang cukup jeli sekali dalam mengelola energi di perusahaannya tersebut, tak hanya berhenti pada produksi listrik dari lini saja, tetapi juga bisa memanfaatkan metanol sebagai energi dalam tungku pembakaran, sehingga memang sangat ramah lingkungan. Penting untuk dipahami dan dimengerti pula bahwa metanol hadir dari proses penyulingan serta penguapan atau pun evaporasi yang libatkan lindi hitam. Sumber energi tersebut tentunya akan semakin mengurangi penggunaan energi fosil yang kurang ramah lingkungan.

Tak hanya dari lindi saja, APRIL Group juga cukup jeli dalam memanfatkan limbah dari pembersihan kayu. Potongan kulit kayu yang sudah tidak terpakai mereka olah jadi energi biomassa. Kusnan Rahmin, selaku Direktur PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengatakan bahwa keberlanjutan jadi prinsip utama dalam tiap lini operasional perusahaan. Sebab itu, ke depannya APRIL akan tetap fokus pada pembangkitan biomassa.

Pastinya akan ada banyak sekali keuntungan yang bisa diambil dari sumber energi biomassa seperti lindi. Dimana energi tersebut jauh lebih bersahabat dengan alam jika dibandingkan dengan sumber energi dari fosil itu sendiri. Hal ini penting juga untuk menjaga dengan baik kelestarian lingkungan. Berkat pemrosesan lindi jadi sumber energi, APRIL Group bisa penuhi kebutuhan energinya sendiri. Setiap tahun mereka bahkan sanggup hasilkan listrik setara dengan 390 megawatt. Jumlah tersebut dirasa sudah cukup untuk penuhi kebutuhan operasional perusahaan. Bahkan APRIL Group masih memiliki sisa energi yang mereka salurkan kepada masyarakat sekitar.

Awal mulanya APRIL Group memang bisa sisakan sekitar 20% dari energi yang telah dihasilkan untuk kebutuhan masyarakat sekitar. Dimana jumlah tersebut setara dengan 10 megawatt, tetapi di tahun 2016, APRIL Group sudah mengambil langkah terbaik untuk menambahkan suplai listriknya. APRIL melakukan hal ini sebab mereka tahu persis jika kebutuhan listrik yang ada di daerah sekitar perusahaan belum bisa dipenuhi secara maksimal oleh PLN. Masyarakat pastinya butuh energi listrik, sehingga mereka tidak ragu lagi untuk membagikannya kepada khalayak.

APRIL Group mau melaksanakannya untuk penuhi filosofi bisnis perusahaan. Sebagai anak perusahaan RGE, mereka harus lakukan prinsip kerja perusahaan yang sudah digariskan oleh Sukanto Tanoto, yakni prinsip 5C. Dimana dalam filosofi bisnis 5C tersebut ada arahan untuk memperhatikan masyarakat, perusahaan, konsumen, negara, dan aktif dalam menjaga keseimbangan iklim. Semua anak perusahaan RGE termasuk APRIL Group diharuskan tidak hanya berguna bagi pelanggannya atau pun internal perusahaan, tetapi juga bagi pihak lain.

Model bisnis perusahaan Sukanto Tanoto adalah wujud nyatanya. Dengan memanfaatkan lindi jadi energi, APRIL Group sudah terbukti mampu jaga keseimbangan iklim. Sebab, energi yang dihasilkan adalah energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Advertisement

Go to Smartblog Theme Options -> Ad Management to enter your ad code (300x250)